User Experience

Tahapan Dalam UI/UX design #part 2

Pinterest LinkedIn Tumblr

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Proses dari UI/UX Design #part 1, jadi jika kalian belum membaca part 1, saya sarankan kalian untuk membacanya terlebih dahulu agar informasi yang kalian dapatkan bisa terserap dengan maksimal.

Merancang sebuah UI/UX design adalah sebuah proses yang berkesinambungan agar desain yang dihasilkan dapat bekerja sesuai dengan tujuan. Ada beberapa tahapan fundamental yang perlu kita lakukan yaitu:

1. User Research

Pada tahapan ini kita akan menggali lebih banyak informasi mengenai data pengguna yang akan menjadi user dari produk yang akan kita buat. Fokus utama dari user research ini ialah mencari permasalahan yang di hadapi oleh user dalam kehidupannya secara nyata dan kita berusaha menciptakan solusi untuk permasalahan tersebut dengan output sebuah produk/ layanan.

Tahapan Dalam UI/UX design #part 2
Illustrasi Proses User Research

Data yang dihasilkan dari proses user research dapat berbentuk Persona Profile, yaitu data lengkap user seperti nama, pekerjaan, pendapatan, domisili, jenjang pendidikan, hobi, karakter, dan kebiasan dari individu tersebut.

Semua data yang kita dapatkan nantinya akan kita rangkum menjadi Information Architecture yang merupakan salah satu tanggungjawab yang di pegang oleh UX Designer. Kamu bisa pelajari lebih lengkap pada artikel menarik ini “Information Architecture Basics for Designers“.

2. Wireframing

Wireframing ialah proses membuat struktur atau sketsa user interface produk yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan desain produk.

Tahapan Dalam UI/UX design #part 2
Wireframe (sumber : www.google.com/wireframe_image)

Wireframing juga dapat menunjukan alur informasi bagi user untuk dapat mengoperasikan suatu sistem dari produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan user.

Wireframing sendiri terdapat dua jenis yaitu High Fidelity Wireframe dan Low Fidelity Wireframe. Dalam prosesnya sendiri pada tahapan awal yang dilakukan ialah low fidelity wireframe atau bisa diartikan sketsa kasar dimana hal yang menjadi prioritas ialah struktur informasi dan juga navigasi pada halaman produk yang dibuat dengan handwriting atau bisa juga dengan bantuan app tertentu seperti Balsamiq, Mockflow, Axure dan banyak lagi.

setelah seluruh struktur telah terbentuk barulah masuk ke tahap high fidelity wireframe untuk mempertegas desain pada tahapan awal. Kamu juga bisa pelajari lebih lengkapnya pada artikel ini UX Wireframing: Bedrock of Interface Usability.

3. Visual Design

Tahapan ini merupakan tahap lebih lanjut setelah proses wireframing sudah matang. Disini produk yang semula hanya berupa wireframe/ sketsa mulai diperjelas melalui tampilan yang lebih detail sesuai fungsinya.

Tahapan Dalam UI/UX design #part 2
UI design (sumber : www.google.com/ui_design)

Bentuk visual dari produk pada tahap ini harus mewakili segala hal yang ada pada rancangan tahap wireframe namun di modifikasi lebih lanjut agar mendapatkan tampilan yang menarik dan memiliki nilai estetika baik itu dalam warna, konten tulisan (typography), button , transisi antar halaman, maupun tambahan Graphic User Interface tertentu yang akan dimunculkan.

4. Production and Development

Tahapan terakhir adalah proses development dari interface yang sudah kita rancang agar dapat berfungsi dengan semestinya. Disini desainer dan developer harus dapat bekerjasama dengan baik guna tercapainya desain interface yang berfungsi sesuai dengan tujuan di awal.

Tahapan Dalam UI/UX design #part 2

Desainer juga harus memikirkan bagaimana sebuah produk dapat bekerja sesuai dengan kemampuan developer untuk membangun fitur dari produk tersebut. Kerjasama yang baik antara desainer dan developer akan menentukan hasil akhir dari produk yang akan sampai ke tangan user.

Namun pada kenyataan sulit rasanya jika suatu produk lahir dengan sempurna dan luput dari kekurangan, maka sebelum sebuah produk resmi di luncurkan di pasar, perlu adanya metode untuk mengukur tingkat interaksi pengguna dengan produk, salah satunya ialah usability test yang berguna untuk mengetahui sejauh mana user dapat berinteraksi secara baik dengan produk kita.

Tujuan dari sebuah produk

Tahapan Dalam UI/UX design #part 2

Setiap produk desain yang sudah ada maupun masih dalam tahap pengembangan pastinya mempunyai tujuan/goal dari produk yang akan di bangun, baik itu berupa manfaat yang dirasakan oleh user ataupun tampilan yang menarik dan memudahkan user dalam mengakses setiap fitur di dalamnya.

Sebuah produk harus dapat menghadirkan solusi dari permasalahan user, jika tidak maka produk tersebut belum dapat mencapai esensinya di tangan user.

Hal yang perlu kita perhatikan ialah apa yang produk tersebut akan lakukan terhadap user? apakah produk tersebut dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam kehidupan user? apakah produk tersebut dapat memberi kemudahan dalam aktivitas keseharian user?

Menciptakan sebuah desain produk bukanlah hal yang natural muncul dari perspektif seorang desainer saja, melainkan hasil pengembangan dari berbagai pemikiran dan sudut pandang yang lebih luas.

Apa yang akan produk tersebut lakukan

Memahami kebutuhan user dengan baik dapat membantu kita mendapatkan kunci dari keberhasilan sebuah produk, maka produk tersebut harus dapat berinteraksi dengan baik di tangan user.

Bentuk interaksi disini dapat berupa hal-hal yang dapat dilakukan sebuah produk terhadap kebutuhan user seperti;

  • mengingatkan user untuk jawdal/ hari penting
  • membantu mengelola keseharian user yang padat
  • meningkatkan produktifitas kerja user
  • Bisa juga memberikan nilai manfaat khusus seperti menambah pendapatan atau sekedar mempromosikan diri.

Apa ekspektasi user

Apa yang akan produk tersebut lakukan, dan apa yang user butuhkan dari sebuah produk? Sebuah produk harus dapat mendeskripsikan dirinya secara jelas di mata user. Apakah user dapat menggunakan setiap fitur yang ada dalam produk dengan jelas tanpa harus kebingungan dengan tahapan yang ada, disinilah proses UX berperan penting untuk dapat menceritakan dengan jelas dan singkat bagaimana sebuah produk dapat digunakan pada saat pertama kali user menggunakan produk tersebut.


Jika kita menyelami lagi lebih dalam mengenai ilmu UI/UX sebenarnya ada banyak sekali metode research maupun implementasi UI yang biasa dikembangkan dalam membangun sebuah produk, pada artikel selanjutnya saya akan memberikan beberapa bahasan mengenai berbagai metode dalam mengembangkan UI/UX desain.

Silahkan bagikan artikel ini jika kalian menyukainya atau isi pertanyaan di kolom komentar jika ada pokok bahasan yang ingin di diskusikan. Terima kasih 🙂

Hallo kawan-kawan semua nama saya Dwi Priyatmoko, content creator sekaligus co-founder blog BackslashID. Saya seorang Web Designer yang juga menyukai ilmu seputar User Experience. Diluar kegiatan ngoding dan desain, saya hobi melakukan olahraga outdor taril run dan juga bermain game mobile. Kebetulan saat ini juga tertarik pada custom mechanical keyboard.

Write A Comment