Javascript

Menerapkan Auto Update Copyright Year Pada Website.

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika kamu memiliki sebuah website atau sedang membangun sebuah website, pastinya kamu ingin websitemu selalu tampil up to date di mata user/ pengujung websitemu. Ada banyak cara yang bisa kamu gunakan untuk membuat websitemu tampil up to date, tentunya selain dengan memperbaharui konten dan user interface yang ada di dalam websitemu.

Jika kamu perhatikan tampilan beberapa website atau blog, pada bagian footer umumnya seringkali kamu temukan beberapa informasi website termasuk keterangan Copyright Year Website.

footer website
Tampilan footer pada situs tutsplus.com (2020)

Menerapkan Auto Update Copyright Year Pada Website.
Tampilan footer pada situs sitepont.com (2020)

Kedua tampilan footer website tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu informasi copyright year website. Walaupun terlihat simpel namun hal tersebut merupakan salah satu elemen penting pada sebuah website, terutama jika kamu menggunakan website untuk keperluan bisnis maka hal tersebut menjadikan citra tersendiri untuk publikasi.

Bayangkan saja jika website itu sudah eksis cukup lama dan ada pengujung baru yang masuk ke websitemu dan kebetulan melihat informasi tahun pada bagian footer websitemu yang mana sudah terlewat cukup lama dari waktu dimana user membuka website tersebut, bisa-bisa websitemu dianggap sudah usang atau terlantarkan baik dari tampilan maupun informasi yang ada di dalamnya.

Kamu pasti tidak ingin hal tersebut terjadi dan ingin websitemu dianggap selalu up to date, untuk itu kamu bisa menambahkan informasi copyright year pada bagian footermu.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menambahkan informasi copyright year ini pada area footer website, namun mungkin di antara kamu ada yang masih menuliskannya secara manual/ hard-code, tapi hal itu mungkin bisa jadi kendala bilamana kamu lupa untuk mengupdatenya pada setiap tahun dan itu bukan merupakan cara yang praktis.

Pada contoh kasus website statis kamu bisa menambahkan properti Javascript pada dokumen HTML yaitu JavaScript Date Object.

<p>Copyright © 2019 -
	<script type="text/javascript">
		document.write(new Date().getFullYear());
	</script>
	<a href="#">websiteku.com</a>
</p>

Pada contoh penulisam di atas saya memasukan script di tengah-tengah tag paragraph <p>…</p>, dengan menambahkan properti Javascript tersebut maka yang akan tampil pada websitemu di browser akan seperti ini;

Copyright © 2019 - 2020 websiteku.com

Atau kamu juga bisa menerapkan format penulisan Javascript seperti di bawah ini;

<p>Copyright © 2019 -
	<script type="text/javascript">
		var today = new Date("2019");
		var year = today.getFullYear();
		document.write(year);
	</script>
	<a href="#">websiteku.com</a>
</p>

Keduanya akan menampilkan hal yang sama, hanya saja cara penulisannya yang sedikit berbeda. Kamu juga bisa menginstall node package ‘rainge‘ pada project file mu. Dengan menggunakan rainge, kamu dapat menyetel copyright year satu kali saja dan akan update secara dinamis dari tahun ke tahun.

npm package rainge
NPM rainge

Auto Year Update pada WordPress

Jika kamu menggunakan Content Management System WordPress, kamu bisa melakukan hal serupa dengan mengaksesnya pada file ‘footer.php‘, Caranya;

  1. Buka file footer.php pada local folder atau FTP jika kamu menginstal WordPress pada servermu. Folder footer.php biasanya terletak pada root ‘wp-content > themes > … > footer.php
  2. Buka file footer.php lalu copy semua kode yang terdapat pada file
  3. Buka child theme lalu buatlah file baru dengan nama footer.php
  4. Paste semua kode yang kamu salin dari file footer.php pada parent theme ke file footer.php baru yang kamu buat dalam child theme
  5. Langkah selanjutnya yaitu dengan memodifikasi bagian footer dengan menuliskan baris kode dengan format penulisan PHP

Copyright © <?php
	$fromYear = 2019;
	$thisYear = (int)date('Y');
	echo $fromYear . 
	(($fromYear != $thisYear) ? '-' . $thisYear : ''); ?>
	websiteku.com

Setelah selesai menambahkan baris copyright year kamu bisa save file tersebut. Kamu bisa mengeceknya secara live dan jika project WordPress terinstal pada server, dan jangan lupa untuk Clear Cache WordPress apabila belum ada perubahan pada tampilan websitemu.


Kesimpulan

Dengan menampilkan elemen copyright year yang selalu up to date pada website dapat meningkatkan kredibilitas di mata user/ pengunjung ketika websitemu sedang diakses. Hal sederhana seperti ini nyatanya sangat bermanfaat untuk menunjang informasi dan juga User Experience bagi sebuah website.

Jika kalian suka dengan artikel ini, kalian bisa share dan jika ada pertanyaan seputar pembahasan artikel ini, kamu dapat menuliskan pertanyaan pada kolom komentar, dan saya akan dengan senang hati menjawab pertanyaan kalian. Terima Kasih 🙂

Hallo kawan-kawan semua nama saya Dwi Priyatmoko, content creator sekaligus co-founder blog BackslashID. Saya seorang Web Designer yang juga menyukai ilmu seputar User Experience. Diluar kegiatan ngoding dan desain, saya hobi melakukan olahraga outdor taril run dan juga bermain game mobile. Kebetulan saat ini juga tertarik pada custom mechanical keyboard.

Write A Comment