WordPress

3 Cara Backup WordPress Mudah dan Gratis

Pinterest LinkedIn Tumblr

Pernahkah Anda mengalami kegagalan ketika upgrade versi WordPress ke versi terbaru? Atau mungkin pernah website Anda disusupi oleh peretas? Kalau pernah, Anda pasti sudah paham pentingnya sebuah backup, kalau belum pernah, sebaiknya Anda lanjutkan membaca dan pahami isi artikel ini.

Sebenarnya cara backup WordPress itu sangatlah mudah dan juga gratis. Tapi, masih sangat banyak pengguna WordPress yang belum paham. Belum paham bagaimana caranya, belum paham untuk apanya, dan mungkin juga belum paham seberapa pentingnya mencadangkan sebuah situs web WordPress.

Untuk itu, silahkan Anda gunakan tautan di bawah ini untuk langsung menuju topik yang ingin Anda baca terlebih dahulu.

Apa Itu Backup WordPress?

Backup WordPress atau cadangan WordPress, sesuai dengan namanya adalah cadangan atau salinan dari situs web WordPress Anda. Cadangan inilah yang biasanya digunakan untuk mengembalikan atau restore situs web WordPress Anda apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Backup ini biasanya terdiri dari folder dan file yang penting dan database. Folder yang paling penting adalah wp-content, di dalamnya terdiri dari data gambar-gambar yang Anda unggah, tema, plugin, dan beberapa file penting lainnya.

Cara Backup WordPress Mudah dan Gratis
Isi folder wp-content

Sedangkan database adalah tempat untuk menyimpan semua data artikel, halaman, pengaturan, dan lain sebagainya. Apabila Anda kehilangan database, maka Anda akan kehilangan semua artikel atau halaman yang sudah pernah Anda buat.

Mengapa Harus Memiliki Backup WordPress?

Setelah Anda membaca pengertian dari backup WordPress di atas, seharusnya sudah mulai terbayang oleh Anda seberapa penting memiliki cadangan situs web WordPress Anda.

Backup adalah garansi keamanan situs web WordPress Anda. Ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Anda tetap mempunyai salinan dan bisa dengan mudah Anda kembalikan ke versi yang masih baik-baik saja.

Beberapa kondisi di bawah ini tidak bisa Anda prediksi kapan akan terjadi pada situs web WordPress Anda:

  1. Gagal melakukan upgrade WordPress ke versi terbaru.
  2. Situs web Anda disusupi peretas dan merusak situs web Anda.
  3. Berhasil upgrade WordPress, namun terjadi error dikarenakan theme atau plugin yang belum mendukung versi WordPress terbaru.
  4. Kegagalan sistem pada web hosting yang Anda gunakan.

Anda akan sangat bersyukur memiliki backup ketika salah satu dari kondisi tidak terprediksi di atas ini terjadi pada situs web WordPress Anda.

Silahkan Anda baca juga: 3 Cara Menonaktifkan Gutenberg

Cara Backup WordPress

Ada beberapa cara untuk mencadangkan situs web WordPress, dari mulai menggunakan fitur yang disediakan oleh web hosting(cPanel) Anda, menggunakan plugin gratis, dan cara manual. Anda bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Backup WordPress Melalui cPanel

Apabila Anda menggunakan shared hosting, penyedia web hosting pasti akan menyediakan akses cPanel untuk Anda. cPanel ini adalah tempat untuk Anda mengatur web hosting yang Anda gunakan, salah satu fitur dari cPanel adalah backup.

Untuk menggunakan fitur ini, pertama Anda harus masuk ke dalam cPanel, kemudian Anda cari menu Backup.

Menu Backup pada cPanel
Menu Backup pada cPanel

Di dalam halaman ini, Anda diberi 2 pilihan:

Full Backups

Full Backups ini berfungsi untuk mengunduh keseluruhan dari isi web hosting Anda. Bukan hanya folder yang berisikan data situs web Anda saja, tapi semua semua isinya termasuk file dan folder yang mungkin tidak Anda butuhkan. Selain itu, salah satu data yang sangat penting yaitu database juga termasuk ke dalam backup ini

Partial Backups

Berbeda dengan Full Backups, tipe backup ini memungkinkan Anda untuk mengunduh data penting yang ada di web hosting Anda dan juga database secara terpisah

Apabila Anda memilih cara ini, saya sarankan Anda gunakan Partial Backup, karena apabila anda ingin mengembalikan atau restore situs web Anda yang mungkin rusak ke versi yang masih baik-baik saja. Bisa dengan mudah Anda unggah menggunakan form seperti gambar di bawah.

Restore backup
Restore backup

2. Backup WordPress Menggunakan Plugin

Cara backup WordPress kedua adalah dengan menggunakan plugin sekaligus cara yang saya rekomendasikan. Mengapa begitu? Karena ada 1 fitur yang sangat membantu kita, yaitu fitur penjadwalan. Mengapa ini penting? Karena Anda hanya perlu mengatur satu kali, kemudian plugin akan melakukan pencadangan berkali-kali sesuai dengan jadwal yang Anda atur.

Satu plugin yang akan saya jelaskan di bawah adalah plugin yang sudah sering saya gunakan sendiri terutama untuk situs web klien-klien saya.

Menggunakan Plugin BackWPup

Plugin ini merupakan salah satu plugin backup yang cukup populer, yang digunakan di lebih dari 700 ribu situs web WordPress. Dan sudah sering saya gunakan terutama untuk situs web WordPress klien-klien saya.

Selain mudah pengaturannya, fitur yang terdapat dalam versi gratisnya sudahlah sangat cukup, salah satunya adalah Anda bisa mengirimkan hasil pencadangan ke Dropbox. Tapi kekurangannya adalah plugin ini tidak menyediakan fitur untuk restore secara otomatis. Namun berdasarkan pengalaman saya, mengembalikan cadangan (restore) secara manual tanpa otomatisasi jauh lebih aman.

Instal & Pengaturan BackWPup

Cara menginstal plugin ini sama dengan plugin-plugin lainnya, silahkan Anda masuk ke menu Plugins > Add New kemudian Anda ketik BackWPup pada kotak pencarian di sebelah kanan atas. Setelah itu Anda tekan tombol Install Now kemudian Activate.

Instal BackWPup
Instal BackWPup

Lalu, Anda akan melihat menu baru bernama BackWPup, sorot menu ini dan klik pada menu Add new job untuk membuat pengaturan baru. Pengaturan baru ini bertujuan untuk mengatur pengaturan backup dan penjadwalan sesuai dengan yang Anda inginkan.

1. General

Backwpup General

Pengaturan pertama adalah General, pada pengaturan ini Anda hanya perlu fokus ke 2 pengaturan yaitu:

  1. Please name this job
    Beri nama pengaturan baru ini, bisa Anda namai misalkan Pencadangan Mingguan, apabila Anda ingin plugin ini melakukan pencadangan seminggu sekali.
  2. Where should your backup file be stored?
    Kemana pencadangan ini akan Anda simpan. Saya sarankan Anda menggunakan Dropbox, agar pencadangan dan situs web Anda berada di 2 tempat berbeda, lebih aman. Namun apabila Anda tidak ingin menyimpan di tempat ketiga, Anda bisa memilih Backup to Folder, hasil pencadangan akan disimpan di wp-content/uploads/backwpups-xxx di dalam web hosting Anda.

2. Schedule

Backwpup Schedule

Pengaturan ini adalah untuk mengatur jadwal pencadangan sesuai dengan yang Anda inginkan. Cara mengaturnya seperti ini:

  1. Start job
    Manually only adalah untuk Anda yang tidak ingin melakukan penjadwalan, jadi pencadangan hanya akan berjalan ketika Anda memerintahkan melakukan pencandangan secara manual.
    with WordPress cron adalah pilihan yang direkomendasikan untuk melakukan penjadwalan pencadangan. Fungsi ini merupakan fungsi bawaan dari WordPress.
  2. Schedule execution time
    Silahkan pilih basic pada Scheduler type, kemudian pada Scheduler Anda bisa memilih kapan pencadangan akan dilakukan, bisa sejam, sehari, seminggu, ataupun sebulan sekali.

3. Files

Backwpup Files

Ini merupakan pengaturan keempat, di sini Anda bisa memilih file dan folder apa saja yang akan dimasukan ke dalam pencadangan. Saya sarankan untuk mencentang wp-admin dan wp-includes untuk tidak disertakan dalam pencadangan, karena satu-satunya folder yang menyimpan data Anda adalah folder wp-content.

4. DB Backup & Plugins

Kedua pengaturan ini bisa Anda biarkan seperti adanya saja, kalau Anda mau bisa Anda centang pada file compression untuk mengkompresi data tersebut.

5. To: Dropbox

3 Cara Backup WordPress Mudah dan Gratis

Pengaturan kelima ini tergantung dari pengaturan Where should your backup file be stored? pada pengaturan General yang sudah Anda atur sebelumnya. Apabila Anda memilih Dropbox, maka judul pengaturannya menjadi To: Dropbox.

Untuk pengaturan Dropbox, Anda hanya perlu menemukan kode akses dengan menekan tombol Get full dropbox auth code, agar mendapatkan akses penuh ke akun Dropbox Anda dan agar Anda bisa memilih direktori tempat pencadangannya disimpan.

Pengaturan plugin BackWPup sudah selesai, plugin ini akan melakukan pencadangan sesuai dengan jadwal yang sudah Anda atur.

3. Backup WordPress Secara Manual

Cara backup WordPress ketiga adalah cara yang membutuhkan lebih banyak usaha, melakukan pencadangan secara manual. Tidak sulit sebenarnya, tapi sama dengan cara pertama, kekurangannya adalah tidak bisa melakukan pencadangan secara terjadwal.

Apabila terjadi sesuatu semisal Anda tidak bisa menginstal plugin atau pencadangan melalui cPanel tidak bisa dilakukan, maka cara manual bisa menjadi solusi Anda.

Syarat utama melakukan pencadangan manual adalah Anda harus mempunyai akses ke dalam cPanel.

Pencadangan MySQL Database

Untuk melakukan pencadangan database, pertama Anda masuk dulu ke akun cPanel, kemudian Anda cari area Databases, lalu klik phpMyAdmin.

3 Cara Backup WordPress Mudah dan Gratis
phpMyAdmin

Setelah masuk ke halaman phpMyAdmin, klik pada nama database yang ingin Anda cadangkan di sebelah kiri. Lalu pilh menu Export.

Mengunduh Database
Mengunduh Database

Terakhir, Anda tinggal menekan tombol Send untuk mengunduh database. Simpan ditempat yang aman dan mudah Anda temukan, agar ketika Anda membutuhkannya, Anda tidak bingung mencari-carinya.

Pencadangan Data

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, seluruh data situs web Anda ada di dalam folder wp-content, maka dari itu Anda hanya perlu mencadangkan folder ini saja. Caranya, masuk dulu ke akun cPanel lalu Anda cari dan tekan File Manager.

File Manager
File Manager

Kemudian Anda pilih public_html, setelah itu Anda klik kanan lalu pilih Compress pada folder wp-content. Pilih Zip Archive, lalu tekan Compress File.

Kompres folder wp-content
Kompres wp-content

Terakhir Anda hanya perlu mengunduh file hasil kompresi tersebut.

Kesimpulan

3 cara backup WordPress yang sudah saya jelaskan di atas mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi yang terpenting adalah sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Namun, metode menggunakan plugin adalah cara yang paling mudah dan efisien.

Ingat, mempunyai backup itu sangat penting, sebagai garansi bahwa situs web dan data Anda selalu aman, jangan sampai Anda melewatkannya.

Nama saya Satrya, saya adalah co-founder blog BackSlashID. Saya sangat mengagumi bahasa CSS, CSS membuat website menjadi indah, berwarna dan menarik!

Write A Comment